Just another WordPress weblog
Saturday September 4th 2010

Are you really ready to get married?

marriedBanyak wanita yang terburu-buru untuk memutuskan menikah, hanya bermodalkan cinta dan emosi. Pada suatu saat mereka mengalami permasalahan serius didalam berumah tangga.  Dan ternyata mereka tidak siap dan terpaksa mengakhiri hubungannya dengan sebuah perceraian. Dibawah ini terdapat beberapa langlah untuk membantu anda menilai apakah anda sudah siap untuk menikah.

Langkah 1
Anda harus menyadari diri anda sendiri, apakah anda sudah cukup umur dan mampu berumah tangga, memikul tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, melahirkan dan merawat suami dan anak-anak anda selama mungkin ? Kadang cinta membuat seseorang buta untuk menilai kesiapan dirinya menghadapi tanggung jawab yang lebih besar yang harus dia hadapi apabila membina hubungan yang lebih serius. Ada berbagai anggapan, bahwa yang penting menikah dahulu, mengenai tanggung jawab dan keahlian didalam berumah tangga akan terjadi dengan sendirinya. Tidak ada salahnya anda berpikir seperti ini, namun sebaiknya anda menyiapkan diri anda, menilai diri anda apakah anda telah siap dalam hubungan yang lebih serius atau tidak. Apabila tidak, jangan biarkan pergaulan anda terlalu terbuka dengan pria anda.
Langkah 2
Mengevaluasi kembali situasi anda apabila anda ingin berada dalam hubungan serius. Apabila anda tidak mendapatkan jawaban, maka jangan pernah menyesal bahwa  suatu saat walau anda tidak ingin meninggalkannya, tapi dia akan meninggalkan anda. Jika dia mencintaimu, enam atau sembilan bulan sudah cukup untuk membuat keputusan. Beberapa laki-laki terlalu egois untuk membiarkan anda pergi, dan tidak membiarkan anda mencari lelaki lain, walau sebenarnya mereka tidak mencintai anda. Bisa jadi anda  akan tetap berada pada bangku cadangan, sambil menunggu saat yang tepat untuk mereka mendapatkan yang mereka inginkan. Perempuan cenderung untuk membuang waktu dalam hubungan yang tidak memiliki masa depan, mereka memusatkan perhatian pada orang-orang dan tidak mau melepaskannya. Alasannya adalah bahwa mereka menginvestasikan terlalu banyak waktu dalam hubungan itu. Tanyakan kepada diri Anda beberapa pertanyaan. Apakah Anda bahagia dalam hubungan itu? Apakah Anda melihat masa depan dengan dia? Banyak kesalahan terjadi, terlalu lamanya hubungan pacaran yang menyebabkan sang pria dan wanita menerima kenyataan pahit saat mereka dihadapkan pada satu plihan untuk berumah tangga. Terlebih kenyataan ini yang dirugikan justeru wanita.
Langkah 3
Beberapa laki-laki mencari wanita yang lebih muda. Mereka berpikir, perempuan muda lebih segar. Namun kemudian mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki terlalu banyak kesamaan dengan wanita yang lebih muda. Mereka terlalu tua untuk pergi ke bar atau merasa nyaman ketika mereka pergi keluar.
Tentu saja, untuk mencari hubungan yang lebih serius tidak akan anda dapatkan pada pria yang hanya ingin bermain-main dengan perempuan yang lebih muda. Kalau hal ini terlihat jelas, langkah yang terbaik adalah tinggalkan dirinya dan temukan orang lain, atau jika kecuali anda sendiri juga ingin bersenang-senang. Sebaliknya apabila anda mempunyai hubungan dengan lelaki yang lebih muda, anda juga akan menghadapi masalah yang sama.
Langkah 5
Bukan hanya persoalan usia yang harus anda lihat, perbedaan-perbedaan lain yang terlalu mendasar harus anda nilai apalah akan menjadi batu sandungan suatu saat apabila hubungan kalian berlanjut dalam suatu perkawinan. Tidak pasangan yang berpisah karena tidak menyadari perbedaan-perebedaan yang mendasar dan telah ada diawal mereka membina hubungan pertama kalinya. Katakan saja soal agama. Sadarilah saat ini apakah perbedaan-perbedaan tersebut dapat kalian terima dan atasi selamanaya. Teelebih lagi nanti dalam persoalan mendidik anak-anak anda.
Langkah 6
Materi memang bukan satu-satunya jawaban dalam hubungan jangka panjang, namum materi sangat perlu untuk menghidupi rumah tangga dalam jangka waktu panjang, bagaimana anda berhubungan dengan seorang pria yang malas dan tidak mempunyai semangat untuk berusaha. Walaupun saat ini dia dapat bergaya dengan kekayaan yang diberikan oleh orang tuanya. Namun jangan anda menilai bahwa kekayaan tersebut akan dia bawa terus didalam hubungan perkawinan. Karena tidak ada jaminan bahwa seorang anak yang kaya raya akan mampu survive didalam membiayai rumah tangga. Begitupula dengan anda sendiri, apakah anda harus terus bergantung pada suami anda kelak ? Anda harus memiliki pekerjaan tetap yang membuat anda mandiri. Namun jangan pernah berpikir seolah-olah anda dapat berperan sebagai kepala rumah tangga yang mencari nafkah untuk keluarga. Anda berdua harus siap dalam hal ini.
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • MySpace
  • PDF
  • StumbleUpon

Leave a Reply