Saat ini perceraian bukan lagi dianggap sebagai hal yang tabu bagi adad ketimuran. Peceraian dijadikan senjata pamungkas bagi suami maupun istri. Hubungan perkawinan tidak lagi dianggap sakral bagi orang Indonesia. Perkawinan bukanlah komitment seumur hidup, yang pada awalnya di sadari benar oleh kedua pasangan. Sumpah dan janji yang nota bene membawa serta Tuhan didalamnya, tidak lagi ditakuti mereka. Perkawinan bagaikan penyakit wabah dan menjadi trend dewasa ini.
Bagi anda yang berada dalam kondisi putus asa karena masalah keluarga, tentu terlintas pemikiran untuk segera mengakhiri hubungan perkawinan. Atau bagi anda yang saat ini rukun-rukun saja, janganlah anda pandang sebelah mata masalah ini, karena suatu saat anda akan mengalami godaan yang hebat untuk menempuhnya.
Dibawah ini terdapat sedikit solusi untuk menghindar diri dari keputusan yang saya anggap bukanlah tindakan bijaksana ini.
- Yang pertama yang harus anda pikirkan adalah, pernikahan bukanlah hubungan pacaran biasa, yang dapat seenaknya bubar kapan saja, dan mencari pengganti baru dalam sekejab. Pekawinan adalah ikatan yang diridohi oleh Tuhan yang Maha Kuasa, bukan dipersatukan hanya oleh manusia. Apabila perkawinan disamakan dengan suasana dan pengalaman pacaran anda dahulu, jauhkan pemikiran itu, apalagi selalu menoleh ke belakang tentang mantan-mantan ada, atau menoleh ke depan dengan menilai sesorang untuk dibandingkan dengan pasangan anda.
- Sadarlah bahwa memulai hubungan yang baru bukanlah hal yang mudah, apalagi hubungan ke jenjang yang lebih serius, Banyak orang beranggapan akan mendapatkan calon pengganti yang jauh melebihi pasangannya yang sekarang. Tidaklah semudah itu. Perjuangan membina suatu hubungan yang telah berjalan selama bertahun-tahun adalah usaha yang luar biasa yang telah anda tempuh bersama pasangan anda. Badai hujan, kesakitan, kekecewaan, keputusasaan, kebahagian selalu datang silih berganti. Inilah ujian didalam membina hubungan yang serius. Inilah semua bumbu-bumbu suatu pekawinan, sebuah ujian untuk hubungan yang lebih kekal. Cinta tidak selamanya diartikan hanya mengalami perasaan indah dan bahagia terus menerus, namun lebih dari itu, cinta yang murni dan kokoh akan kita peroleh apabil dihadapkan dengan bebagai persoalan hidup.Dengan menghayal bahwa orang lian akan lebih baik dari pasangan anda, jangan terburu-buru untuk memputuskan. Hilangkan pikiran-pikiran sesat ini apabila anda berselisih paham denganya.
- Semua manusia melakukan kesalahan, bahkan kesalahan yang menurut pribadi kita sangat fatal dan mengancam keretakan hubungan rumah tanggah. Kesalahan yang dilakukan pasangan kita, tidak perlu dianggap sebagai sesutau yang final yang mengindikasi ketidak cocokan yangh tidak temaafkan. Apabila satu dengan lainnya melakukan kesalahan, pahami terlebih dahulu kenapa masalah itu terjadi, dan berusaha untuk mengertinya. Disitu ada akan mendapat banyak pemikiran untuk mendapat jalan keluar, yang paling utama maafkanlah dia terlebih dahulu, karena dengan kasih anda dapat mengatasi pasangan kitauntuk mengulangi kesalahan yang sama. Apabila kesalahan tersebut terjadi karena bukan faktor pasangan kita, karena terpaksa atau dorong keadaan. Berusaha untuk berbicara dengannyadan mencari jalan keluar yang terbaik. Apabila dia mulai menunjukan perubahan, support dirinya semaksimal mungkin, jangan mengungkit-ungkit lagi kesalahan pernah terjadi. berikan kepercayaan penuh padanya.
- Kadang kala anda perlu menenangkan pikiran, dan juga membiarkan pasangan anda merenungkan masalahnya. Hal ini juga diperlukan. namun jangan membuat kondisi ini menjadi biasa, dan berlangsung dalam waktu yang lama. Karena banyak sekali peluang godaan akan merusakan perasaan anda satu sama lain. Menenangkan diri perlu sekali, agar satu sama lain dapat berpikir secara jernih. Namun walaupun demikian, masing-asing tetap menunaikan kewajibannya seperti biasanya, mengurusi anak-anak, mencari nafkah, memenuhi kebutuhan keluarga lain. Tanggung jawab suami dan istri didala rutinitas keluarga harus dipertahakan seperti biasanya.
- Anda perlu bercerita “curhat”, agar anda tidak bermain-main dengan pikiran anda sendiri. Namun jangan membawa orang ketiga yang tidak dapat anda harapkan sebagai orang yang yang tidak tepat dan tidak dapat dipercaya. kalaupun ada, carilah teman yang dapat dipercaya atau bahkan keluarga terdekat atau bahkan konsultan perkawinan ada. Ingat bahwa mereka adalah orang lain yanmg belum tentu mehami apa yang tertanam di dalam hati dan perasaan anda berdua. Anggapplah masukan -masukan itu sebagai bahan pertimbangan anda untuk tetap bertahan, apalbila ada nasehat yang terlalu “miring” hindari, ambilah sisi positip bahwa anda ingin bertahan dengannya. Suatu nasehat yang bijak, janganlah seorang istri bercerita telalu lebih dengan mantan pacarnya atau seseorang yang “mungkin” memiliki perasaan dengan anda. Begitu sebaliknya wanita. Jangan menjadi tergantung dengan mereka. Ceritakaln seperlunya yang ada ingin ceritakan.
- Keterbukaan adalah salah satu solusi yang terbaik, Carilah waktu yang terbaik untuk dapat berbicara denganya secara empat mata, carilah suasana yang tepat. Anda pasti akan bisa melihat suasana yang tepat itu. Bukalah suatu pembicaraan dengan sopan dan hindari amarah (walaupun anda sendiri telah memendamnya). Katkan sejujurnya tentang perasaan anda kepadanya. Dan galilah persoalan-persoalan yang dapat diselesaikan bersama. Tidak harus ada yang menang dan kalah dalam hal ini. Pada awalnya fokuskan kepentingan yang lebih ebsar dari anda berdua, misalnya anak, norma yang ebrlaku di masyarakat, atau keluarga besar anda berdua. Walaupun faktor ini tidak berperan langsung pada perasaan anda berdua, tetapi sangat mebantu untuk mencari jalan keluar yang baik diantara anda berdua.
- Jangan ada yang menyerah, akalu anda merasa pasangan anda telah meyerah tentang hubungan kalian. Anda jangan ikutan untuk menyerah, tetap berjuang untuk mempertahankan hubugan rumah tangga yang telah kalian lakukan. Tetaplah berjuang terus, Tuhan tidak buta untuk turun tangan mebantu kemelut yang terjadi dialam rumah tangga anda. Senantiasa berserah dan memohon pertologannya










