<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Duo Bebek &#187; married</title>
	<atom:link href="http://blog.duobebek.com/tag/married/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.duobebek.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Nov 2009 02:05:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Stop Your Divorce and Save Your Marriage</title>
		<link>http://blog.duobebek.com/2009/11/stop-your-divorce-and-save-your-marriage/</link>
		<comments>http://blog.duobebek.com/2009/11/stop-your-divorce-and-save-your-marriage/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 01:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[cerai]]></category>
		<category><![CDATA[divorce]]></category>
		<category><![CDATA[jangan meyerah]]></category>
		<category><![CDATA[married]]></category>
		<category><![CDATA[menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[perceraian]]></category>
		<category><![CDATA[save]]></category>
		<category><![CDATA[stop divorce]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.duobebek.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini perceraian bukan lagi dianggap sebagai hal yang tabu bagi adad ketimuran. Peceraian dijadikan  senjata pamungkas bagi  suami maupun  istri. Hubungan perkawinan tidak lagi dianggap sakral bagi orang Indonesia. Perkawinan bukanlah komitment seumur hidup, yang pada awalnya di sadari benar oleh kedua pasangan.  Sumpah dan janji yang nota bene  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Divorce" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:cYT7698qv6rr7M:http://klflegal.files.wordpress.com/2009/04/divorce.jpg" alt="" width="150" height="150" />Saat ini perceraian bukan lagi dianggap sebagai hal yang tabu bagi adad ketimuran. Peceraian dijadikan  senjata pamungkas bagi  suami maupun  istri. Hubungan perkawinan tidak lagi dianggap sakral bagi orang Indonesia. Perkawinan bukanlah komitment seumur hidup, yang pada awalnya di sadari benar oleh kedua pasangan.  Sumpah dan janji yang nota bene  membawa serta Tuhan didalamnya, tidak lagi ditakuti mereka. Perkawinan bagaikan penyakit wabah dan menjadi trend dewasa ini.</p>
<p>Bagi anda yang berada dalam kondisi putus asa karena masalah keluarga, tentu terlintas pemikiran untuk segera mengakhiri hubungan perkawinan. Atau bagi anda yang saat ini rukun-rukun saja, janganlah anda pandang sebelah mata masalah ini, karena suatu saat anda akan mengalami godaan yang hebat untuk menempuhnya.</p>
<p>Dibawah ini terdapat sedikit solusi untuk menghindar diri dari keputusan yang saya anggap bukanlah tindakan bijaksana ini.<span id="more-351"></span></p>
<ol>
<li>Yang pertama yang harus anda pikirkan adalah, pernikahan bukanlah hubungan pacaran biasa, yang dapat seenaknya bubar kapan saja, dan mencari pengganti baru dalam sekejab. Pekawinan adalah ikatan yang diridohi oleh Tuhan yang Maha Kuasa, bukan dipersatukan hanya oleh manusia. Apabila perkawinan disamakan dengan suasana dan pengalaman pacaran anda dahulu,  jauhkan pemikiran itu, apalagi selalu menoleh ke belakang tentang mantan-mantan ada, atau menoleh ke depan dengan menilai sesorang untuk dibandingkan dengan pasangan anda.</li>
<li>Sadarlah bahwa memulai hubungan yang baru bukanlah hal yang mudah, apalagi hubungan ke jenjang yang lebih serius, Banyak orang beranggapan akan mendapatkan calon pengganti yang jauh melebihi pasangannya  yang sekarang. Tidaklah semudah itu. Perjuangan membina suatu hubungan yang telah berjalan selama bertahun-tahun adalah usaha yang luar biasa yang telah  anda tempuh bersama pasangan anda.  Badai hujan, kesakitan, kekecewaan, keputusasaan, kebahagian selalu datang silih berganti. Inilah ujian didalam membina hubungan yang serius. Inilah semua  bumbu-bumbu suatu pekawinan, sebuah ujian untuk hubungan yang lebih kekal. Cinta tidak selamanya diartikan hanya mengalami perasaan indah dan bahagia terus menerus, namun lebih dari itu, cinta yang murni dan kokoh akan kita peroleh apabil dihadapkan dengan bebagai persoalan hidup.Dengan menghayal bahwa orang lian akan lebih baik dari pasangan anda, jangan terburu-buru untuk memputuskan. Hilangkan pikiran-pikiran sesat ini apabila anda berselisih paham denganya.</li>
<li>Semua manusia melakukan kesalahan, bahkan kesalahan yang menurut pribadi kita sangat fatal dan mengancam keretakan hubungan rumah tanggah. Kesalahan yang dilakukan pasangan kita, tidak perlu dianggap sebagai sesutau yang final yang mengindikasi ketidak cocokan yangh tidak temaafkan. Apabila satu dengan lainnya melakukan kesalahan, pahami terlebih dahulu kenapa masalah itu terjadi, dan berusaha untuk mengertinya. Disitu ada akan mendapat banyak pemikiran untuk mendapat jalan keluar, yang paling utama maafkanlah dia terlebih dahulu, karena dengan kasih anda dapat mengatasi pasangan kitauntuk mengulangi kesalahan yang sama. Apabila kesalahan tersebut terjadi karena bukan faktor pasangan kita, karena terpaksa atau dorong keadaan. Berusaha untuk  berbicara dengannyadan  mencari jalan keluar yang terbaik. Apabila dia mulai menunjukan perubahan, support dirinya semaksimal mungkin, jangan mengungkit-ungkit lagi kesalahan pernah terjadi. berikan kepercayaan penuh padanya.</li>
<li>Kadang kala anda perlu menenangkan pikiran, dan juga membiarkan pasangan anda merenungkan masalahnya. Hal ini juga diperlukan. namun jangan membuat kondisi ini menjadi biasa, dan berlangsung dalam waktu yang lama. Karena banyak sekali peluang  godaan akan merusakan perasaan anda satu sama lain. Menenangkan diri perlu sekali, agar satu sama lain dapat berpikir secara jernih. Namun walaupun demikian, masing-asing tetap menunaikan kewajibannya seperti biasanya, mengurusi anak-anak, mencari nafkah, memenuhi  kebutuhan keluarga lain. Tanggung jawab suami dan istri didala  rutinitas keluarga harus dipertahakan seperti biasanya.</li>
<li>Anda perlu bercerita &#8220;curhat&#8221;, agar anda tidak bermain-main dengan pikiran anda sendiri.  Namun jangan membawa orang ketiga yang tidak dapat anda harapkan sebagai orang yang yang tidak tepat dan tidak dapat dipercaya. kalaupun ada, carilah teman yang dapat dipercaya atau bahkan keluarga terdekat atau bahkan konsultan perkawinan ada. Ingat bahwa mereka adalah orang lain yanmg belum tentu mehami apa yang tertanam di dalam hati dan perasaan anda berdua. Anggapplah masukan -masukan itu sebagai bahan pertimbangan anda untuk tetap bertahan, apalbila ada nasehat yang terlalu &#8220;miring&#8221; hindari, ambilah sisi positip bahwa anda ingin bertahan dengannya. Suatu nasehat yang bijak, janganlah seorang istri bercerita telalu lebih dengan mantan pacarnya atau seseorang yang &#8220;mungkin&#8221; memiliki perasaan dengan anda. Begitu sebaliknya wanita. Jangan menjadi tergantung dengan mereka. Ceritakaln seperlunya yang ada ingin ceritakan.</li>
<li>Keterbukaan adalah salah satu solusi yang terbaik, Carilah waktu yang terbaik untuk dapat berbicara denganya secara empat mata, carilah suasana yang tepat. Anda pasti akan bisa melihat suasana yang tepat itu. Bukalah suatu pembicaraan dengan sopan dan hindari amarah (walaupun anda sendiri telah memendamnya).  Katkan sejujurnya tentang perasaan anda kepadanya. Dan galilah persoalan-persoalan yang dapat diselesaikan bersama. Tidak harus ada yang menang dan kalah dalam hal ini. Pada awalnya fokuskan kepentingan yang lebih ebsar dari anda berdua, misalnya anak, norma yang ebrlaku di masyarakat, atau keluarga besar anda berdua. Walaupun faktor ini tidak berperan langsung pada perasaan anda berdua, tetapi sangat mebantu untuk mencari jalan keluar yang baik diantara anda berdua.</li>
<li>Jangan ada yang menyerah, akalu anda merasa pasangan anda telah meyerah tentang hubungan kalian. Anda jangan ikutan untuk menyerah, tetap berjuang untuk mempertahankan hubugan rumah tangga yang telah kalian lakukan. Tetaplah berjuang terus, Tuhan tidak buta untuk turun tangan mebantu kemelut yang terjadi dialam rumah tangga anda. Senantiasa berserah dan memohon pertologannya</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.duobebek.com/2009/11/stop-your-divorce-and-save-your-marriage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Are you really ready to get married?</title>
		<link>http://blog.duobebek.com/2009/10/are-you-really-ready-to-get-married/</link>
		<comments>http://blog.duobebek.com/2009/10/are-you-really-ready-to-get-married/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 01:17:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[commitment]]></category>
		<category><![CDATA[kekasih]]></category>
		<category><![CDATA[married]]></category>
		<category><![CDATA[marry]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritakasih.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[
Banyak wanita yang terburu-buru untuk memutuskan menikah, hanya bermodalkan cinta dan emosi. Pada suatu saat mereka mengalami permasalahan serius didalam berumah tangga.  Dan ternyata mereka tidak siap dan terpaksa mengakhiri hubungannya dengan sebuah perceraian. Dibawah ini terdapat beberapa langlah untuk membantu anda menilai apakah anda sudah siap untuk menikah.
Langkah 1
Anda harus menyadari diri anda sendiri, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">
<p><img class="alignleft size-full wp-image-333" title="married" src="http://blog.duobebek.com/wp-content/uploads/2009/10/married.jpg" alt="married" width="281" height="126" />Banyak wanita yang terburu-buru untuk memutuskan menikah, hanya bermodalkan cinta dan emosi. Pada suatu saat mereka mengalami permasalahan serius didalam berumah tangga.  Dan ternyata mereka tidak siap dan terpaksa mengakhiri hubungannya dengan sebuah perceraian. Dibawah ini terdapat beberapa langlah untuk membantu anda menilai apakah anda sudah siap untuk menikah.</div>
<div><strong>Langkah 1</strong></div>
<div id="_mcePaste">Anda harus menyadari diri anda sendiri, apakah anda sudah cukup umur dan mampu berumah tangga, memikul tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, melahirkan dan merawat suami dan anak-anak anda selama mungkin ? Kadang cinta membuat seseorang buta untuk menilai kesiapan dirinya menghadapi tanggung jawab yang lebih besar yang harus dia hadapi apabila membina hubungan yang lebih serius. Ada berbagai anggapan, bahwa yang penting menikah dahulu, mengenai tanggung jawab dan keahlian didalam berumah tangga akan terjadi dengan sendirinya. Tidak ada salahnya anda berpikir seperti ini, namun sebaiknya anda menyiapkan diri anda, menilai diri anda apakah anda telah siap dalam hubungan yang lebih serius atau tidak. Apabila tidak, jangan biarkan pergaulan anda terlalu terbuka dengan pria anda.<span id="more-218"></span></div>
<div id="_mcePaste"><strong>Langkah 2</strong></div>
<div id="_mcePaste">Mengevaluasi kembali situasi anda apabila anda ingin berada dalam hubungan serius. Apabila anda tidak mendapatkan jawaban, maka jangan pernah menyesal bahwa  suatu saat walau anda tidak ingin meninggalkannya, tapi dia akan meninggalkan anda. Jika dia mencintaimu, enam atau sembilan bulan sudah cukup untuk membuat keputusan. Beberapa laki-laki terlalu egois untuk membiarkan anda pergi, dan tidak membiarkan anda mencari lelaki lain, walau sebenarnya mereka tidak mencintai anda. Bisa jadi anda  akan tetap berada pada bangku cadangan, sambil menunggu saat yang tepat untuk mereka mendapatkan yang mereka inginkan. Perempuan cenderung untuk membuang waktu dalam hubungan yang tidak memiliki masa depan, mereka memusatkan perhatian pada orang-orang dan tidak mau melepaskannya. Alasannya adalah bahwa mereka menginvestasikan terlalu banyak waktu dalam hubungan itu. Tanyakan kepada diri Anda beberapa pertanyaan. Apakah Anda bahagia dalam hubungan itu? Apakah Anda melihat masa depan dengan dia? Banyak kesalahan terjadi, terlalu lamanya hubungan pacaran yang menyebabkan sang pria dan wanita menerima kenyataan pahit saat mereka dihadapkan pada satu plihan untuk berumah tangga. Terlebih kenyataan ini yang dirugikan justeru wanita.</div>
<div><strong>Langkah 3</strong></div>
<div id="_mcePaste">Beberapa laki-laki mencari wanita yang lebih muda. Mereka berpikir, perempuan muda lebih segar. Namun kemudian mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki terlalu banyak kesamaan dengan wanita yang lebih muda. Mereka terlalu tua untuk pergi ke bar atau merasa nyaman ketika mereka pergi keluar.</div>
<div id="_mcePaste">Tentu saja, untuk mencari hubungan yang lebih serius tidak akan anda dapatkan pada pria yang hanya ingin bermain-main dengan perempuan yang lebih muda. Kalau hal ini terlihat jelas, langkah yang terbaik adalah tinggalkan dirinya dan temukan orang lain, atau jika kecuali anda sendiri juga ingin bersenang-senang. Sebaliknya apabila anda mempunyai hubungan dengan lelaki yang lebih muda, anda juga akan menghadapi masalah yang sama.</div>
<div><strong>Langkah 5</strong></div>
<div id="_mcePaste">Bukan hanya persoalan usia yang harus anda lihat, perbedaan-perbedaan lain yang terlalu mendasar harus anda nilai apalah akan menjadi batu sandungan suatu saat apabila hubungan kalian berlanjut dalam suatu perkawinan. Tidak pasangan yang berpisah karena tidak menyadari perbedaan-perebedaan yang mendasar dan telah ada diawal mereka membina hubungan pertama kalinya. Katakan saja soal agama. Sadarilah saat ini apakah perbedaan-perbedaan tersebut dapat kalian terima dan atasi selamanaya. Teelebih lagi nanti dalam persoalan mendidik anak-anak anda.</div>
<div id="_mcePaste"><strong>Langkah 6</strong></div>
<div id="_mcePaste">Materi memang bukan satu-satunya jawaban dalam hubungan jangka panjang, namum materi sangat perlu untuk menghidupi rumah tangga dalam jangka waktu panjang, bagaimana anda berhubungan dengan seorang pria yang malas dan tidak mempunyai semangat untuk berusaha. Walaupun saat ini dia dapat bergaya dengan kekayaan yang diberikan oleh orang tuanya. Namun jangan anda menilai bahwa kekayaan tersebut akan dia bawa terus didalam hubungan perkawinan. Karena tidak ada jaminan bahwa seorang anak yang kaya raya akan mampu survive didalam membiayai rumah tangga. Begitupula dengan anda sendiri, apakah anda harus terus bergantung pada suami anda kelak ? Anda harus memiliki pekerjaan tetap yang membuat anda mandiri. Namun jangan pernah berpikir seolah-olah anda dapat berperan sebagai kepala rumah tangga yang mencari nafkah untuk keluarga. Anda berdua harus siap dalam hal ini.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.duobebek.com/2009/10/are-you-really-ready-to-get-married/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
