<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Duo Bebek &#187; pisah</title>
	<atom:link href="http://blog.duobebek.com/tag/pisah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.duobebek.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Nov 2009 02:05:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>How to Survive a Traumatic Break up</title>
		<link>http://blog.duobebek.com/2009/10/how-to-survive-a-traumatic-break-up/</link>
		<comments>http://blog.duobebek.com/2009/10/how-to-survive-a-traumatic-break-up/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 17:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[breakup]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[mantan]]></category>
		<category><![CDATA[melupakan]]></category>
		<category><![CDATA[penyembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pisah]]></category>
		<category><![CDATA[survive]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>
		<category><![CDATA[Traumatic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritakasih.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berpisah, apakah itu perceraian, putusnya pertunangan, atau akhir dari sebuah hubungan jangka panjang, hal itu dapat menjadi sulit dan tidak mudah disembuhkan. Hal ini terutama terjadi apabial perpisahan terjadi karena suatu hal yang tiba-tiba atau traumatik. Selamat berpisah atau putus dari hubungan atau perceraian menyita banyak waktu anda untuk lebih fokus dalam kehidupan anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-321" title="traumatic" src="http://blog.duobebek.com/wp-content/uploads/2009/11/traumatic.jpeg" alt="traumatic" width="97" height="145" />Setelah berpisah, apakah itu perceraian, putusnya pertunangan, atau akhir dari sebuah hubungan jangka panjang, hal itu dapat menjadi sulit dan tidak mudah disembuhkan. Hal ini terutama terjadi apabial perpisahan terjadi karena suatu hal yang tiba-tiba atau traumatik. Selamat berpisah atau putus dari hubungan atau perceraian menyita banyak waktu anda untuk lebih fokus dalam kehidupan anda sehari-hari. Pertanyaan-pertanyan seperi apa yang salah, bagaimana ini bisa terjadi. Memang anda harus belajar dari kesalahan-kesalahan ini. Belajar dari hubungan yang gagal akan memungkinkan anda untuk akhirnya memulai hubungan baru di mana anda tidak akan mengulangi kesalahan yang sama</p>
<p><strong>Langkah  1</strong><br />
Luangkan waktu untuk menangis dan bersedih hati. Hal Ini penting jika perpisahan itu buruk atau menyakitkan. Cobalah untuk mengambil satu hari penuh hanya marah dan menangis. Namun usahakan pada saat itu teman atau keluarga anda berada bersama anda. Mereka perlu disana sehingga anda tidalah merasa sendiri, bersama mereka anda berkeluh kesah bahwa anda kehilangan sesuatu yang benar-benar istimewa bagi anda.</p>
<p><strong>Langkah  2</strong><br />
Anda perlu berbicara dan menuangkan perasaan dan pikiran anda mengenai proses dan terjadinya perpisahan anda, anda memerlukan teman dekat yang dapat dipercaya, paling tidak carilah teman yang sesama jenis, atau paling tidak keluarga dekat anda.  Mungkin memerlukan banyak teman dan banyak air mata pada saat itu, dari pada membiarkan diri anda sendiri merasakannya/menyendiri. Hal ini penting agar anda dapat memahami apa menyebabkan hubungan tersebut diakhiri. Namuin hal ini bukan soal tentang salah menyalahkan, tetapi hanya benar-benar hanya untuk membantu anda agar mendapatkan jawaban untuk diri Anda sendiri.<span id="more-186"></span></p>
<p><strong>Langkah 3</strong><br />
Cobalah memindahkan dan mengeluarkan semua barang-barang bekas pasangan anda keluar dari rumah/kamar anda. Ini memang adalah salah satu bagian yang paling sulit karena anda akan emosional dengan melihat sebagian ruangan kosong dalam rumah/kamar anda, anda pasti sangat sedih, namun ini adalah cara yang cukup baik untuk menyembuhkan diri anda. Mintalah bantuan beberapa teman anda untuk membantu mengepak barang-barang nya  Cobalah untuk meminimalkan rasa canggung  untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kenangan anda. Pabila barang-barang tersebut dikembalikan ke tempat mantan anda lakukanlah dengan cara sopan.</p>
<p><strong>Langkah 4</strong><br />
harus tetap sehat. Selama putus mungkin selera makan anda berkurang, namun anda perlu tetap sehat untuk kesembuhan hati dan pikiran anda. Badan yang sehat tentu saja dapat berpikir yang sehat pula. Carilah makanan kesukaan anda, ajaklah teman atau keluarga untuk berpergian hunting makanan-makanan kesukaan anda. Tubuh anda sedang mengalami sedikit stres emosional dan anda perlu untuk fokus pada penyembuhan dan pemulihan.</p>
<p><strong>Langkah 5</strong><br />
Kembali ke kehidupan normal, atau paling tidak berusaha sebaik mungkin untuk aktiv dalam lingkungan sosial. Kembali bekerja dan ke sekolah dan menghabiskan malam dengan teman-teman anda. Mungkin ada akan cenderung untuk menghabiskan akhir pekan di ranjang mengasihani diri sendiri karena kehilangan cinta, tetapi hal ini tidak akan membantu anda untuk melanjutkan hidup anda dalam kehidupan normal,. Jika anda terus terpuruk dengan kesedihan yang berlebihan itu hanya akan membuatnya lebih buruk.</p>
<p><strong>Langkah 6</strong><br />
Hindari kontak dengan orang lain pada wala-awal terjadi, apalagi mereka yang terus menerus mempertanyakan hubungan anda. Kecuali dengan teman dan keluarga yang anda dapat percaya.  Hal ini memang selalu sulit karena berbicara adalah bagian dari aktivitas sehari-hari yang normal bagi anda. Beri diri setidaknya dua minggu tanpa kontak. Jika anda memang ingin menyendiri  hangatkan diri anda dengan minum kopi dan bicara dengan teman-teman yang dapat dipercaya. Ini akan memungkinkan anda untuk menyadari bahwa itu sudah selesai dan akan membantu anda mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang belum terpecahkan.</p>
<p><strong>Langkah 7</strong><br />
Mulai kembali di luar sana. Setelah sebulan berduka, cobalah untuk menjadi aktif pada kegiatan sosial. Hal ini mungkin tidak berarti bahwa Anda siap untuk mulai berkencan lagi, banyak orang yang saling mencintai belum siap, tapi itu tidak berarti bahwa anda sedang menutup diri dari pergaulan dengan lawan jenis.</p>
<p><strong>Langkah 8</strong><br />
Tunggu paling tidak 2 bulan sebelum mencoba untuk membuat sebuah persahabatan bersama mantan anda, walau ini sangat sulit namun perlu dicoba apalagi dalam hubungan terdapat bagian yang istimewa, misalnya anak, teman bersama atau pekerjaan yang sama.  Jangan biarkan diri anda terperangkap dalam kebencian yang panjang. Kalau memang tidak ada sesuatu yang spesial yang ditinggalkan pasangan anda, paling tidak anda dapat melupakannya dengan memberi rasa maaf. Semakin anda berkeras ahti untuk memaafkannya, akan semakin sulit anda melupaknnya.</p>
<p>sebagain disadur dari http://www.ehow.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.duobebek.com/2009/10/how-to-survive-a-traumatic-break-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mantan adalah teman sekerja ?</title>
		<link>http://blog.duobebek.com/2009/10/mantan-adalah-teman-sekerja/</link>
		<comments>http://blog.duobebek.com/2009/10/mantan-adalah-teman-sekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 07:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[broken]]></category>
		<category><![CDATA[broken heart]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[mantan]]></category>
		<category><![CDATA[pisah]]></category>
		<category><![CDATA[putus]]></category>
		<category><![CDATA[putus cinta]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[teman kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritakasih.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Putus cinta ? dan ternyata mantan anda adalah teman sekerja ?. Memang bukan hal yang mudah. Sedari awal kencan di tempat kerja, atau bersama teman kerja tidak selalu merupakan tindakan terbaik, dan karena alasan ini anda akan sulit menagani diri anda. Namun kabar baiknya adalah rasa sakit akan berkurang dan  &#8221;persahabatan&#8221; dapat dikembalikan pada waktunya.
Apabila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 128px"><img title="Brokenheart" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:9MnbJMKjEx3_UM:http://i182.photobucket.com/albums/x68/Emo_Svetlana/Broken_Heart.jpg" alt="Brokenheart" width="118" height="108" /><p class="wp-caption-text">Brokenheart</p></div>
<p>Putus cinta ? dan ternyata mantan anda adalah teman sekerja ?. Memang bukan hal yang mudah. Sedari awal kencan di tempat kerja, atau bersama teman kerja tidak selalu merupakan tindakan terbaik, dan karena alasan ini anda akan sulit menagani diri anda. Namun kabar baiknya adalah rasa sakit akan berkurang dan  &#8221;persahabatan&#8221; dapat dikembalikan pada waktunya.</p>
<p>Apabila anda baru saja berpisah, anda memerlukan waktu yang cukup untuk untuk dapat sembuh. Kalau memungkinkan, ambil cuti beberapa hari kerja untuk membiarkan diri  anda untuk mendapatkan sesuatu ke dalam perspektif diri anda kembali. Jika hal ini tidak memungkinkan, cobalah untuk menjaga waktu yang anda habiskan bersama dia di tempat kerja, minimal untuk saat ini. Namun, jangan membuat itu secara jelas alias dengan pengalihan yang anda dapat lakukan. Hal ini akan membantu menjaga pikiran anda pada masa depan anda, dan  membuat rencana untuk melakukan sesuatu segera setelah pulang bekerja, setiap hari, untuk sementara. Pergilah dengan beberapa teman wanita anda,  daftarkan  kelas khusus yang anda sukai seperti renang, fitness, tari atau menulis. Atau, manfaatkan waktu anda dengan berpergian keluar dengan beberapa orang teman untuk membantu mengisi kesenjangan (weekend).<span id="more-77"></span></p>
<p>Saya yakin anda punya banyak waktu untuk ditawarkan kepadanya  bahwa anda dapat menjadi wanita dewasa dan mengendalikan semua persoalan dengan sempurna . Jangan terlalu kecil hati bahwa bahwa setiap orang tidak akan berubah ke arah yang lebih baik.</p>
<p>Setelah anda dapat mengembalikan kepercayaan diri anda, berusahalah menilai dan berhubungan dengan mantan anda hanya sebatas pekerjaan profesional. Dan jika anda telah siap berkomitmen lagi, berusahalah membuka diri pada orang lain, jangan pernah takut akan kegagalan, cinta memang perlu banyak belajar. Suatu saat anda akan menemukan tambatan hati</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.duobebek.com/2009/10/mantan-adalah-teman-sekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
